Sindrom Bayi Biru (baby blue syndrome)

Pernah denger Baby Blues Syndrom?Check It Out!

Baby blue merupakan jenis depresi yang dialami oleh ibu yang baru pertama kali melahirkan. Syndrome ini terjadi akibat perubahan hormonal, kelelahan, ketidaksiapan/kekawatiran berlebih bahwa ia tidak sanggup menjadi ibu yang baik & hal lainnya adalah kehamilan yang tidak diinginkan, misalnya akibat pemerkosaan, menikah dengan lelaki yang tidak diinginkan/tidak cocok & dijodohkan.

Kondisi ini muncul 2/3 hari setelah melahirkan dan berakhir ketika bayi berumur 3 minggu. Priode baby blue ini dilewati dengan perasaan sukacita, kemudian berbaur dengan rasa sedih hingga depresi, dalam masa ini umumnya suasana hati ibu mudah berubah, kadang senang, sedih, lelah, gelisah, cemas, cepat tersinggung bahkan marah.

Sejak 1981, depresi ini sebagian besar disebabkan stres dan kecemasan. Sampai 2003, hanya ditemukan 3 kasus penderita depresi pasca melahirkan. “Depresi itu kan sudah kelainan jiwa. Untuk kasus di Indonesia tidak banyak. Hal ini disebabkan lingkungan di sini berbeda dengan Barat. Di Barat sudah terbiasa dengan keluarga kecil sedangkan di Indonesia kan lebih banyak. Jadi dia lebih banyak curhat dengan saudaranya, kakaknya,” ungkap Dr Natsir Nugroho.

Ia menyebutkan yang menjadi penentu ringan atau tidaknya kondisi sindrom tersebut, bisa dilihat dari kepribadiannya. Natsir menyebutkan ada tipe kepribadian wanita yang berisiko tinggi ditimpa stres tetapi juga ada yang justru kebal terkena tekanan.

Mereka yang berisiko tinggi terkena stres:

1. Ambisius, kompetitif dan memiliki banyak jabatan rangkap.

2. Orang yang kurang sabar, mudah tersinggung.

3. Orang yang percaya dirinya tinggi, bicara cepat, bertindak cepat, hiperaktif, pekerja keras, otoriter, suka bekerja sendiri, kaku terhadap waktu.

4. (dari googlenya ga ada)

5. Kelima, orang yang mudah bergaul, pandai menimbulkan empati tapi kalau tak tercapai tujuannya mudah tersinggung dan pendendam. Selain itu juga orang yang tidak mudah dipengaruhi. Kelompok kelima ini dinilai Dr Natsir cukup aneh karena masuk dalam kelompok yang berisiko.

Penyembuhan akan semakin mudah bila sang ibu cepat mendapatkan pertolongan dengan melakukan konsultasi pada dokter tentang apa yang dirasakan & dialaminya & mendapatkan informasi yang cukup, bahwa hal ini desebabkan perubahan hormonal, kelelahan & ketidaksiapan/kekawatiran berlebihan bahwa ia tidak sanggup menjadi ibu yang baik. Namun menurut Dr Natsir Nugroho, “Sebenarnya sejak kehamilan ada yang sudah muntah-muntah terus menerus. Itu sebenarnya tanda-tanda orang stres karena sikap melawan dari kehadiran kehamilan. Dia muntah-muntah sampai akhirnya nggak mau makan,”

Di AS, sekitar dua dari 1.000 ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan (postpartum depression) beranjak menjadi penderita postpartum psychosis yang ditunjukkan dengan kelainan jiwa. Gejala yang muncul biasanya berupa paranoia yaitu pemikiran yang irasional bahkan hingga menimbulkan delusi. Pada sejumlah wanita, postpartum depression maupun psychosis bisa mengarah pada pemikiran yang mengerikan hingga menyangkut kematian si bayi. Pada kasus yang khusus namun jarang, postpartum psychosis bisa membuat wanita mengalami halusinasi dan delusi hingga ia mengakhiri hidup bayinya sendiri.

Memang tak semua gejala postpartum depression atau yang lebih populer dengan baby blue syndrome ini demikian tragis. Di Indonesia, memang belum ada kejadian tragis seperti di Houston, AS pada 2001, di mana ibu menghabisi nyawa anaknya. Yang menjadi korban tak hanya si kecil yang masih enam bulan tapi juga anak pertamanya yang berusia tujuh tahun. Total lima anaknya ia bunuh. Ia mengalami postpartum depression ketika melahirkan anak keempat. Saat itu, ia mencoba melakukan bunuh diri. Rupanya kondisi kian parah hingga si anak kelima pun lahir. (Sekarang yang ini udah ada di Indonesia, ingat kejadian ibu dari bandung yang menghabisi nyawa anaknya karena merasa tidak mampu/masa depan anaknya suram sehingga mengakhiri nyawa anaknya sendiri?!mungkin ini jawaban untuk kejadian itu)

Psikolog Ida Purnomo Sidhi mengungkapkan kasus baby blues syndrome sebenarnya jika ditangani dengan baik tidak akan menimbulkan masalah. “Tetapi yang paling berat si ibu jadi tidak mau melihat bayinya lagi,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia ini. Ia juga menambahkan sejak kehamilan awal, si ibu harus pasrah. Memang sejak semester ketiga, biasanya si ibu sudah cemas, akankah dia dan bayinya selamat. Namun jika menjadi berlebihan, dia akan berada dalam kelompok yang berisiko tinggi saat melahirkan. Makanya, konsultasi ke dokter juga menjadi penting selama kehamilan sehingga masalah medis maupun kejiwaan pun bisa ditangani dan berakhir usai persalinan.

So…watch out!!

    • tekashichu
    • November 22nd, 2008

    Wah..semoga saja imej seorang ibu tetap lembut dan bersahaja.. :)

    Ourkami:pastinya sih… ^^

  1. knp di beri nama baby blues syndrome?
    padahal yg depresi kan sang ibu..apakah si bayi dapat gejala lain misalnya hormone yg bekurang atau berlebihan karen blue syndrome?
    apakah syndrome itu mengacu ke psikology?

    Ourkami:baby blue syndrome emang istilah yang ditujukan u/ sang ibu, yup yg diserang emang psikologinya sang ibu. Duh para ibu2 harus siap mental lho klo mau punya anak

    • diah hinduswara
    • April 7th, 2010

    dear ….

    saya ingin berbagi dengan anda – anda sekalian.. tentang syndrome baby blue, kejadian ini saya alami sendiri.. 5hari setelah persalinan aku alami sendiri ternyata syndrome baby blue, sangat melelahkan dan membuat ku paranoid, apapun yg saya rasakan memang terasa asin bahkan air teh manis, yg dikaseh gula byk terasa asin, perasaan takut akan delusi n halusinasi membuatku semakin terganggu dan setelah setelah 5 hari persalinan aku pingsan2 terus dan tubuh terasa lemas, letih sekali ga ada tenaga sama sekali seperti kapas, baru setelah 6 hari aku di jemput suami ku untuk ke psikiater dan setelah k psikiater 2 x aku di ksh obt n harus istrht total bahkan anku yg baru lahir tidur bersama mertua, untunglah aku punya mertua yg baik yg merawatku memandikanku, mengasi makan aku, dan setelah 1 bln kemudian aku berangsur2 pulih tp, perasaan cemas selalu menghantui aku.. dan setelah baberapa bln kemudian aku berangsur angsur pulih… sampai sekarang aku normal kembali melewati setelah 1 th yang aku tanyakan apakah, untuk kelahiran anakku yg kedua apakah aku akan mengalami syndrome baby blue alge ga yah?.. trim’s atas jawabannya beitahu saya melalui emai saya.

    ok:trimakasih atas sharingnya, untungnya baby blue syndrome yang dialami gak sampai melukai bayi karena ada juga yang sampai paranoid sama bayinya sendiri :sad: asal punya kesiapan mental u/menyambut bayi yg akan dilahirkan baby blue syndrome gak akan muncul kembali. Have a nice day ^^

  2. sy ingin berbagi cerita mengenai baby blue syndrome ini,krn sy prnh menderita pasca mlhrkn ank pertama sy..
    memang sngt berat menderita sindrom ini,prlu diketahui bhw sy seorang krbn pemerkosaan orang yang tidak bertanggung jawab,dan pada masa2 kehamilan saya hidup dibawah tekanan krn sy jg tdk bs menceritakan kehamilan sy kpd semua keluarga saya,keluarga saya baru mengetahui bahwa saya hamil ketika saya akan melahirkan,jadi setelah keluarga saya tahu saya menjadi sedikit tenang karena ternyata keluarga saya tidak mengucilkan sy,jd stlh sy mlhrkn ank sy,sy tdk prnh mendekati ank sy,sy benci dan tidak prnh ingin melihat ank sy.
    sampai suatu saat antr sadar dan tidak,sy hampir membunuh ank sy sendiri.
    itu semua karena perasaan benci kpd orang yg sdh menghancurkan hidup sy,perasaan marah krn nasib saya yg begitu buruk,perasaan takut akan ditinggalkan orang2 terdekat saya,takut bahwa saya tidak akan bisa membahagiakan anak saya dan keluarga saya,dan banyak perasaan lain yang semuanya membaur menjadi satu..
    karena pihak keluarga saya takut kalau saya akan berbuat lebih,maka keluarga saya dengan sabar dan setia selalu menemani saya ke psikiater untuk menjalani terapi saya selama 1 tahun lebih,dan sekarang saya mulai bisa menerima keadaan bahwa ini semua memang menjadi rencana tuhan dan saya harus menjalani itu,dan ini menjadi bukti nyata bahwa ternyata semua ketakutan yang saya alami dulu sangat tidak beralasan terbukti dari keluarga dan sahabat2 saya yang selalu mendukung saya untuk cepat sembuh,dan sekarang saya sudah bisa mencintai anak saya tanpa harus teringat kejadian itu…
    semoga pengalaman itu cukup saya saja yang mengalami..
    apabila kita mempunyai masalah ceritakanlah kepada keluarga terdekat anda supaya anda dapat mencari jalan keluar dari masalah itu secara bersama-sama..
    dan yang saya ingin tanyakan kepada ourkami,apa saya akan mengalami baby blues syndrome lagi apabila saya selesai melahirkan???
    terima kasih….

    ok:alhamdulilah mbak bisa melewati baby blue syndrome ini, memang baby blue syndrome ini terjadi karena ketidaksiapan sang ibu atas kehamilannya (dgn berbagai faktor). Saya pikir bila kemudian hari mbak kembali hamil dengan kondisi siap maka baby blue syndrome ini tidak akan terjadi, jadi saya pikir ada baiknya mbak mempersiapkan mental pra kehamilan. Smoga jawaban saya bermanfaat :D

  3. Wujud cinta yang tragis!:(

    • Rasya
    • Juli 4th, 2012

    Skrg sya sdg mngalaminy.stiap pagi bdn trasa dingin,lelah dan tdk pny keinginan melihat byi sy sm skali,hny ingin diam dkmr dan tidur.mkin ini krna msa khmilan yg pnuh tkanan pekerjan dan urusan rmh tangga yg byk.stlh mlhrkn pun bayi sy sakit sesak dan drawat slama 3minggu dan tdk mendapatkn solusi.sy stres jg krn tdk bs memberikan asi krn slma perawatn bayi sy dberi dot dan sy trlalu lelah untk memikirkan cr agar asi sy tetap ada.sy ingin sekali brobt tp tdk tau psikiater mana yg hrs sy dtgi karena keluarga sy tdk ad yg mengerti tentang dan prcya tentang syndrom ni,pdhl sy bth sekali bantuan

    • euis
    • Februari 10th, 2013

    Saya mau tanya apakah yg saya alami sekarang adalah baby blues syndrom atau bukan? Pada tgl29 agst 2011 saya melahirkan tapi tgl 31agst 2011 anak saya meninggal karena kelainan paru paru.sejak saat itu saya tidak mau melihat bayi dan benci pada orang hamil.hal itu saya alami selama 3bulan.setelah masa cuti habis saya kembali bekerja dan perasaan itu mulai hilang.tapi sekarang beberapa hari ini saya merasakan lagi hal itu.apakah saya kembali mengalami baby blues syndrom?

  4. I actually think this blog , “Sindrom Bayi
    Biru (baby blue syndrome) Ourkami site”, incredibly compelling and the post ended up being a terrific read.
    Thanks for the post,Christopher

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: