jalan tol freakenstain
Saya menyebutnya jalan tol freakenstain. Jalan tol yang saya maksud adalah jalan tol Jakarta – Merak, anda akan tahu kenapa saya sebut freakenstain bila melewatinya.
Jalan tol Jakarta – Merak adalah jalan tol yang sering dilewati oleh mobil-mobil angkutan barang berat, maklum Banten termasuk kawasan industri seperti : industi baja dari KIA, industri sepatu dari Nike, industri kertas dari Indah Kiat, industri kimia dari…(waduh yang ini susah nyebutinnya bahasa jepang), dll dan Banten termasuk jalur penyebrangan laut dari pulau jawa ke luar pulau jawa, yang tidak sedikit mobil-mobil berat menyebrang dari sini. Tapi kenapa jalan tol yang menjadi jalur penting ini rusak parah…parah…dan parah…
Seberapa parah? separah tambalan yang ada di tubuh freakenstain. Banyak tambalan yang tidak rapih dan tidak rata alias kasar, kondisi jalannya sendiri tidak lurus ada beberapa bagian jalan yang miring. Semakin diperbaiki semakin buruk hasilnya. Mungkin ini adalah jalan tol terburuk di Indonesia yang pernah ada.
Bayangkan dengan kecepatan 100 km/jam ini kita harus melewati jalan tol yang kondisinya memalukan. Ini bukan pada taraf memprihatinkan lagi tetapi memalukan, karena saya yakin pemerintah sendiri (khususnya Banten) sudah pernah melewati dan sudah tahu kondisi jalannya seperti apa, tapi pada kenyataannya tidak ada perbaikan yang berarti yang ada hanya perbaikan yang menambah macet dan rusak jalan.
Sedikit info yang saya dapat dari jalan tol Jakarta – Merak ini (mungkin kalian dapat menambahkan dan membetulkan), jalan tol ini dibangun dengan harga yang mahal karena harga pembebasan tanahnya mahal dan banyak jembatan penyebrangan, harga tolnyapun lumayan mahal Rp 11500,- tapi kenapa dibangun dengan murah?.
Bisa dibilang begitukan? jalan tol yang seharusnya dirancang untuk dapat menahan beban berat pada kenyataannya jalan tol Jakarta – Merak tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, selalu rusak sebelum masanya, hasil perbaikannya hanya tambalan-tambalan aspal yang asal, bahkan pernah saya jumpai beberapa bagian ditambal dengan krikil aspal yang jika terkena hujan krikilnya akan lepas dan lubangnya terbuka kembali. Intinya perbaikannya menggunakan bahan yang murah dan asal-asalan.
Entah apa yang mereka pikirkan tentang keselamatan. Bukankah setiap orang berhak atas kenyamanan dan keselamatan?
Jalan tol freakenstain riwayatmu kini, mungkin akan tetap seperti ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan… ^^!









Kita udah biasa,
Saksikan semua itu
kita udah biasa,
Menikmati semua itu
kita udah bisa
disuruh membisu
kita sudah bisa
menjadi orang dungu
Ourkami:hihihi…dan akhirnya kitapun terbiasa dibohongin
abuthoriq
Januari 7, 2009 at 9:16 am
contoh nyata buruknya pelaksanaan perencanaan (saya yakin rencana awal yang dibuat sebelumnya tidak begitu) dan pengelolaan, biaya pemeliharaan semestinya ada, kemanakah? Saya turut prihatin, mudah2an tulisan ini dibaca oleh para pejabat yang bertanggungjawab.
Kunjungan balik. Salam kenal juga.
Ourkami:saya setuju dengan Bunda, tidak ada yg salah dengan perencanaannya tetapi pelaksanaannya… T_T
bunda lina
Januari 7, 2009 at 1:40 pm
Kita hanya bisa berharap dan berharap,pada saatnya nanti akan tiba masa perbaikan..eehh taunya cuma dlm mimpi,kalo tau hanya mimpi mending di nikmati saja semuanya hehe..betulkan mbak cinta?
Salam jr,
Ourkami:hihihi…klo tau mimpi mendingan kita tidur lagi nyari mimpi yg bagusan, ya kan mas arjuna hihihi…
Didien
Januari 7, 2009 at 5:04 pm
Saya pernah dapat email dari teman yang isinya berupa gambar-gambar jalan di Amrik sana.
Seniman jalanan malah melukis jalan yang mulus rapih dengan lukisan 3 Dimensi berupa kubangan yang ada di tengah jalan. Nyaris sempurna lukisan itu seperti kubangan.
Kalo di kita lain, wong nambal jalan aja kaya lukisan yang belum jadi alias catnya menggumpal dan semrawut.
Kalo dijalan yang sebenarnya ya begitu malah membahayakan penggunanya.
Ourkami: (angguk-angguk)mungkin yg bikin bercita2 ingin jadi pelukis tpi gagal (berfikir serius: on)
Tuyi
Januari 8, 2009 at 12:58 am
Coba laporkan ke LSM aja, siapa tahu dana untuk perbaikanya malah dimakan sama yg terlibat proyek,,,
Atau kalau perlu ke KPK langsung aja ,,hihihi …
Ourkami: iya ya…
aribicara
Januari 10, 2009 at 4:50 pm
Klo ga rusak kan ga ada proyek lg Bozzz…..!!
Lagi pula jalan Tol itu Jalur utama truk-truk yang pengen nyebrang ke sumatra dan setau gw muatanya ga ada yang ringan minimal 20 ton jadi ga heran klo cepet rusak.
Ourkami:justru itu ji, kan dalam perencanaannya telah diketahui akan digunakan oleh kendaran seperti apa jalan tol ini jadi sudah selayaknya dlm pembangunannya menggunakan bahan2 yang sesuai u/menahan beban berat tsb. Bila pembangunannnya benar dan kemudian rusak dalam kurun waktu tertentu/batas max umur jalan tol, itu sih gak masalah tapi kenyataannyakan gak gitu. Probelemnya lagi kenapa juga ditambal dengan bahan seadanya bila jawabannya adalah biar ada proyek itu artinya………………………………..(ehem ga perlu diperjelaskan bgt kan
)
Media
Februari 12, 2009 at 5:23 pm
wiik! 100 km per jam!! sina sama sekali blum pnah b’kendara sndiri d jalan tol, n blum pernah nyampe kecepatan ituwh.. di malang jg banyak yg geronjalan mbak… fiuhh, bener bgt, KESELAMATAN mustinya diutamakan,
drizzletrouble
Februari 15, 2009 at 1:48 pm