ketika zakatku jadi batu,tendangan dan cacian

rezeki tidak datang diundang tapi selalu memberikan senyum, rezeki itupun mampir seraya berkata “jangan lupa untuk zakatkan aku”

sambil tersenyum penuh kebahagiaan, sang ibu berkata : “alhamdulilah…kita punya rezeki lebih untuk berzakat”

“kenapa harus dizakatkan?kan sayang, mendingan buat beli baju lebaran” celoteh sang anak tanpa tahu apa yang baru saja ia katakan

berfikirlah sang ibu untuk menemukan kalimat yang dapat dimengerti oleh sang anak “daripada rezeki ini cuma menghasilkan darah, daging, dan kulit bukankah lebih baik menghasilkan pahala untuk surga kita nantinya:

“tapi ibukan dapetin rezeki ini sulit”

“lebih sulit mana dengan mendapatan pahala?”

“tentu saja lebih sulit mencari pahala”

“kalau gitu kita setuju dong ini di zakatin?”

“hehehe..trus  kita mau bagiin apa?”

“sembako gimana?”

“tapi bu, zakat kita tidak akan seperti huru-hara pertandingan sepakbola yang kalah tandangkan?rumah kita tidak akan jadi sasaran lemparan batu dari para penerima zakat yang tidak kebagiankan?pagar rumah kita yang setia melindungi kita juga tidak akan jadi sasaran tendangankan?kita…kita juga gak akan menerima doa yang isinya cacian dan makian serta umpatan karena karena melebihi dari daftar penerima zakatkan?

“insyaallah nggak….”

  1. saya setuju dg mbak cinta.. kalo kita mampu menghasilkan sebuah pahala dg cara berzakat ato amal ibadah yg lain utk bekal kelak nantinya, knp enggak..??😎😉

    Ourkami:hehehehe makasih mas arjuna

  2. wah ceritanya menggugah nih, seperti itulah mungkin yg harus dilakukan, menimbang bagaimana metode memberikan zakat yang terbaik🙂

    Ourkami:🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: