korban tato wajah sms CPNS palsu

SURABAYA, SURYA — Dua korban gendam tato Bojonegoro, Bambang dan Nanang, resmi menjadi pasien RSU Dr Soetomo sejak Kamis (16/10). Tato permanen di wajah mereka akan dihilangkan tanpa perlu membayar biaya penuh.

Didampingi Sawiyono, Kades Mulyoagung, Kecamatan Kota, Bojonegoro, kedua korban bertemu tim dokter pimpinan Prof Sjaifudin Noer SpBP di SMF Bedah Plastik RSU Dr Soetomo pada pukul 10.00. Pertemuan itu membuat harapan Bambang dan Nanang melambung karena diupayakan penyembuhan dengan biaya diskon.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Tidak disangka mengalami musibah seperti ini sehingga bantuan ini cukup membuat saya sedikit tenang,” ungkap Sawi, panggilan akrab Sawiyono, perantara gendam yang menyengsarakan Bambang dan Nanang.

Bambang yang juga menjabat sebagai bayan (kepala urusan) di bawah Sawi menimpali pernyataan itu. “Di sini kami juga bertemu dengan dokter-dokter lain dan ternyata bersedia membantu. Ternyata bantuan di sini lebih-lebih, termasuk soal biaya, mereka mau memberi diskon besar,” ujarnya.

Sawi membeberkan upayanya mencari pengobatan atas tato hasil gendam itu. Pada Senin (13/10) mereka bertiga mendatangi Poli Kulit RSU Dr Soetomo, tetapi hasilnya nihil.

“Siangnya, saya baca koran Surya edisi Senin soal cara menghilangkan tato yang diungkapkan oleh dr David. Malamnya, dari Bojonegoro, saya langsung mencari dan mendatangi tempat praktik dr Djohan (Prof Dr dr Djohansjah Marzoeki Sp BP) di Jalan Jawa sambil membawa berita koran Surya tersebut,” tutur Sawi.

Sebelum bertemu Djohan, Sawi juga sudah mencari dr David S Perdanakusuma SpBP, ahli bedah plastik RSU Dr Soetomo. Selain itu ia juga bertanya ke klinik lain tentang laser penghilang tato yang ternyata cukup rumit. “Sempat dapat informasi dari luar, biaya laser per 1 sentimeter garis tato lebih dari Rp 1 juta,” ujar Sawi.

Selain bersyukur, Bambang mengungkapkan tidak ingin menuntut Sawi yang menurutnya tidak bermaksud jahat, tetapi sebaliknya ingin menolong. “Kami tidak marah atau dendam kepada Pak Sawi. Kami masih butuh dukungannya untuk menghilangkan tato yang ikut membuat anak saya sedih,” ungkap Bambang.

Meski begitu, Sawi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Kota Bojonegoro. Itu membuatnya sedih dan takut masuk penjara. “Saya sudah pamit ke istri saya agar kuat bila saya masuk penjara,” ujar Sawi sambil berusaha menahan tangis.

Kapolsek Kota Bojonegoro AKP Supriyono mengatakan, Sawiyono dijadikan tersangka karena dianggap bertanggung jawab atas apa yang menimpa Nanang dan Bambang. “Kami sudah memeriksa kades dan dua korban itu. Dari keterangan mereka, kami menetapkan Sawiyono sebagai tersangka,” tuturnya kepada Surya, Kamis

Supriyono mengabaikan peran Sawiyono yang sebenarnya hanya sebagai perantara yang juga kena gendam sehingga menyeret kedua korban. Menurut Supriyono, sebagai kades, seharusnya Sawiyono  bisa melindungi warganya. “Dia kan bisa mengecek dulu siapa yang memerintahkannya, sebelum menyuruh orang menato wajah,” katanya.

Namun, imbuhnya, kades itu tidak langsung ditahan, untuk memberinya kesempatan menyelesaikan pengobatan Bambang dan Nanang. Sebagai gantinya, Sawiyono harus lapor ke mapolsek tiga kali seminggu,” kata Supriyono.

Sementara itu, Prof Sjaifudin menyebutkan ada lima bagian yang masuk tim. “Spesialis bedah plastik, spesialis kulit, farmako, farmasi, dan biokimia. Gabungan antara RSU Dr Soetomo dan Fakultas Kedokteran Unair, didukung fasilitas skin center milik spesialis kulit,” katanya.

Ada lima pilihan tindakan yang bisa digunakan untuk menghilangkan tato di wajah Bambang dan Nanang. Pertama, karena masih baru, tato bisa dihilangkan dengan zat pelarut warna (debradasi). Kedua, peeling, yaitu permukaan kulit bertato ditutup dengan zat peeling agar catnya luntur dan tato pun hilang.

Ketiga adalah dermabrasi supervisial, yaitu menggosok kulit bertato dengan alat semacam ampelas. Keempat, laser, yaitu dengan menyinari garis-garis tato tersebut dengan sinar laser, kemudian menunggu beberapa saat untuk luntur dan luruh sendiri. Kelima, dengan tindakan bedah skin graf, yaitu mengiris kulit bertato yang berisiko meninggalkan bekas cukup dalam.

“Dari tim, ada beberapa usulan. Dari medis, bisa menggunakan sistim gabungan, dengan awal menggunakan zat pelarut, kemudian peeling, baru dilaser. Pihak Biokimia juga sudah menyanggupi untuk membuat campuran bahan-bahan kimia yang bisa melarutkan zat tato ini,” ungkap Prof Sjaifudin yang mengaku cenderung memilih laser.(Sumber:Kompas)

  1. tatto-nya sebenarnya apaan sih??? gambar lucu atau gambar ?

    Ourkami:hehehe…katanya sih gambar naga, asal jgn gambar tulang ikan aja ngeledek saya itu hehehe…🙂

  2. terlalu ambisi menjadi PNS..???!!
    Indikasi bahwa mjd PNS harus ada yg bawa, masih ada praktek percaloan atopun KKN..!!!👿
    betul kan mbak cinta..?

    Ourkami:+ indikasi orang kurang PD, menyerah sebelum berperang

  3. Semoga mereka berhasil menghilangkan tattonya. tapi kok urusannya jadi panjang ya.

    Ourkami:Amin…biasalah pak urusannya sakit hati sih ato pke hati ee..ato… emmm???

    • Elys Welt
    • Oktober 18th, 2008

    pernah ada yang punya tato di dada, terus pengin ilang tatonya, diapakan ? disetrika !

    Ourkami:dikuliti mungkin hehehe…kambing kali dikuliti

  4. Kalau aq jd pejabat daerah aq akan angkat si korban jd PNS beneran, trus aq taruh di dinas pariwisata sbg maskot, biar para turis klo daerahku banyak orang gemblung.. xixixi.. tp kasian jg ya, mg bs dsembuhkan

    Ourkami:hihihihihihihi…amin amin

    • wahyukresna
    • Oktober 21st, 2008

    *geleng2 kepala…

    ngelus dada, kok bisa ya? ada ada aja…😦

    Ourkami:angguk-angguk…
    namanya aja usaha…geleng-geleng

  5. Di Trenggalek juga juga. Korbannya 2 PNS. Hampir 3 orang sih untungnya yang satu baru potong rambut punk abis itu sadar.

    gambar tatonya Naga di wajah.

    digendam lewat telpon kok bisa ya…….

    Ourkami:keinginan u/jadi pns lbh besar dari logika, mungkin… ^^

    • Adhi
    • Februari 10th, 2009

    Kok bisa sih?
    Si pengendam motivasinya apa?

    Ada yang tahu pola tatonya kayak apa?
    Kok gak ada yg bikin skets pola tatonya?

    Aku pengen lihat pola tatonya bukan wajah korbannya?
    Nggak ada yang publikasikan ya?

    Ourkami:ntu dia mas motivasinya ga tau, emang pelakunya juga udh ketauan?berita dikita setengah2 sih😦

    • drazi
    • September 7th, 2013

    betul2 goblok, gitulah klo tiap hari makanya tahu tempe krupuk, dasar goblok

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: