anak-anak pilih yang dewasa

Lho?ada acara award? tapi kok yang nonton anak-anak semua? oooo…itu lho acara ‘the kid’s choice’ di salah satu stasiun tv swasta. Nonton ah…

Lho? kok yang terpilih Dude Herlino (sebagai aktor terbaik), Daniel Vj Mtv (sebagai presenter terbaik), Afgan…(sebagai penyanyi terbaik)?? kok orang dewasa semua yang dipilih..?? bukannya pilihan anak-anak? kenapa bukan artis anak-anak yang dapat award-nya?

Hmmm…jadi begini, setelah saya tonton dan perhatikan, ’the kid’s choice’ yang dimaksud bukan anak-anak memilih artis/film/musik anak-anak juga, tetapi mereka (anak-anak) memilih artis mana saja yang mereka sukai.

Dalam pikiran saya begini…bagaimana anak-anak dapat memilih mereka? sedangkan yang menjadi nominasi adalah artis-artis dewasa? jangan-jangan anak-anak juga menonton sinetron/film yang mereka bintangin…taukan, film/sinetron yang artis dewasa bintangin akhir-akhir ini bukan film/sinetron level anak-anak tapi untuk level dewasa dengan tema cinta yang kadang-kadang ada adegan k. i .s .s, kadang-kadang adegan diatas ranjang (lagi nyuci kali ya diranjang), atau…perjuangan cinta yang ada tipu muslihatnya, kawin larinya atau…kekerasan hidup yang ada tipu muslihatnya, tampar-tamparannya, bunuh-bunuhan, kabur-kaburan…Anak-anak mungkin tidak mengerti tapi adegan itu akan terekam dalam memorinya mereka dan akhirnya mereka tidak berprilaku sebagaimana anak-anak. Banyakkan anak SD jaman sekarang yang udah ngerti pacaran, cinta, bahkan meniru bahasa yang ada di film/sinetron.

Kisah saya, waktu itu teman kantor saya datang membawa anaknya yang masih SD (kira-kira kelas 4 SD). Anaknya aktif, kita sebut sang anak dengan A. Suatu hari A bercerita pada saya kalau dia suka sama om (salah satu kariawan dikantorku juga yang umurnya kira-kira 20 tahunan) kita sebut saja om B.

Katanya…

”…soalnya om B ganteng, cakep dan putih…”

Lalu…

”om B pacarku…”

Kemudian…

”…ada si anu yang suka ma aku tapi aku gak mau soalnya dia gendut”.

Terus…

”….enak aja!!pacarku banyak…tapi aku gak suka abis mereka kekanak-kanakkan”

Walah…walah….

Ada lagi, anak tetangga. Anaknya aktif juga dan cerdas (baru playgroup). Suatu hari dia digodain sama ibu-ibu (ditanya macem-macem gitu)

Katanya….

”udah…udah…udah…dieeemmmm…jangan berisik, aku lagi pusing nih…”

Sambungnya…

”ya mikirin pacarku yang banyak….ck…hu uh…pusing…(sambil melipat tangannya dan duduk selonjoran berpangku kaki)”

Waduh…waduh…

Bukan salah anak-anak juga kalau sampai mereka seperti ini gara-gara belajar dari sinetron dewasa. Coba diingat-ingat apakah masih ada film anak-anak yang benar-benar untuk anak-anak? seperti: ’Pertualangan Serina’, ’Laskar Pelangi’, ’Denias’……….(tolong titik-titik ini diisi saya gak bisa mengingat yang lain ^^). Film anak-anak terakhir yang saya ingat adalah sinetron ’Candy’, kalau dari skenario aslinya yang saya tahu dari komik ’Candy Candy’ ceritanya bukan untuk level anak-anak hanya saja disinetron ini diperankan oleh anak-anak. Lalu sinetron ’Cinta SMU’ yang ada si kecil imut-imut Baim tapi ceritanya keluar dari alur cerita awal dan tidak masuk akal jadi saya pikir ini juga bukan untuk anak-anak tonton, terus ada ’Du Bidu Bidu’ yang ada si gadis kecil cantik rambut kriting tapi…ceritanya juga tidak masuk akal, kemudian terakhir ada ’Faiz dan Faidzah’.

Masanya saya masih lebih baik. Ada si ngegemesin Tasya (penyanyi), masih bisa menikmati Sherina kecil (penyanyi dan bintang), Papa T. Bob (pencipta lagu & penyanyi), Susan & Ria Enest, ada film si Unyil, Lenong Bocah, dll (hayoo…dari idola yang saya sebutin bisa tebak di jaman apa saya lahir huhehehe…^^)

Mungkin, tidak dibuatnya film untuk anak-anak karena dirasa kurang diminati dan kurang komersil. Kasian anak-anak, mereka jadi tidak punya hiburan lain dilayar tv-nya. Kasian anak-anak mereka tidak punya lagu khusus anak-anak sehingga mereka harus menyanyikan lagu orang dewasa. Kasian anak-anak, mereka jadi tidak punya artis idola..(ups…tapi sekarang ada ’Idola Cilik’ lumayanlah…)

Save the children…

Please….

  1. (doh) agnes monica ngak pake celana…… ngajarin anak2 ngak pake celana kemana… (doh)

    Ourkami:dooong

    • Itmam Aulia
    • Desember 2nd, 2008

    chk.. chk… chk… kasihan mereka! harus dipaksa untuk lebih dewasa😦 bener2 masa kecil yang kurang bahagia.
    banyak tmenku yang saat kecilnya kurang bahagia, akhirnya ketika dewasa mereka demen nonton pelem kartun ama nge-game🙂

    Ourkami:xixixi…huahahaha…😀

  2. iya, udah terbalik, yang anak2 suka film dewasa
    n yg dewasa suka film kartun sekarang.
    salah satunya aku…🙂

    Ourkami:sekarang gak bisa dibedain ma yg dewasa mana yg remaja

  3. Ini merupakan penjajahan di era milenium.

    Ourkami:begitulah kang…para pelaku produksi lebih mikirin untung daripada efeknya ke anak2 hiks sedih rasanya…

  4. Hello! I know this is kinda off topic however , I’d figured I’d ask.

    Would you be interested in trading links or maybe guest writing a blog article or vice-versa?
    My site goes over a lot of the same subjects as yours and I believe we could greatly benefit from each other.
    If you happen to be interested feel free to send me an email.
    I look forward to hearing from you! Wonderful
    blog by the way!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: