Wanita Sebagai Pembayaran Atas Kesalahan Pria

Judul diatas memang tampak mengerikan, tapi ini memang yang saya dapatkan ketika membaca majalah ‘Paras’. Deru di dada ini seakan merobek, nafas ini seakan berhenti…ketika saya mengetahui arti dari pernikahan Swara dan Vani yang tengah saya baca.

Swara adalah tradisi suku Pashtun di Peshawar Pakistan. Pengantin Swara diserahkan kepada keluarga yang anggotanya terbunuh oleh salah seorang anggota lelaki di keluarganya, sedangakan pernikahan Vani adalah tradisi di Punjab Pakistan dimana wanita diserahkan sebagai kompensasi atas kesalahan lelaki dari anggota keluarganya. Kedua pernikahan ini sama-sama mengorbankan wanita untuk dinikahkan, dalam umur berapapun baik  muda, remaja, bayi bahkan ketika berada dalam kandunganpun mereka telah dipersiapkan sebagai pengantin Swara/Vani.

Pada awalnya pernikahan Swara dan Vani ini ditujukan agar kedua belah keluarga yang bersengketa tidak saling bunuh dan dapat disatukan menjadi keluarga besar dengan ikatan pernikahan diantara kedua belah pihak. Namun…ternyata tidak semudah yang dibayangkan hanya dengan menikahkan berarti kesalahan terhapus, dendampun hilang karena yang terjadi berikutnya setelah pernikahan adalah penganiyayaan oleh pihak keluarga lelaki (keluarga korban) terhadap sang wanita (pengantin Swara&Vani) bahkan sampai pada taraf kematian bagi sang wanita.

# Afsheen, bocah perempuan berumur 9 tahun dinikahkan dengan lelaki yang lebih tua 4 kali darinya. Afsheen menjadi pengantin Swara karena ayahnya telah melakukan pembunuhan. Belum selesai penderitaan Afsheen ketika ia akhirnya menjanda pada usia ke 19 tahun, paman Afsheen memaksanya untuk melakukan pernikahan Swara kembali untuk menebus kesalahan anggota keluarganya laki-laki yang lain.

# Rubina Bibi, begitu dinikahkan ia langsung menghuni kandang binatang karena saudara iparnya hanya mengizinkan kandang binatang sebagai tempat yang boleh ia huni. Rubina Bibipun meninggal pada usia ke 17, ada kemungkinan ia diracun melalui makanan yang diberikan.

# Zarmina Bibi, hanya bertahan 2 tahun menikah kemudian gadis remaja ini meninggal ditembak mati oleh kakak iparnya.

Kini Swara dan Vani telah menjadi bisnis menguntungkan bagi keluarga dengan taraf hidup dibawah, tapi tidak menguntungkan bagi kaum wanita yang lagi-lagi hanya menambah korban, luka fisik dan jiwa bagi kaum wanita. Bisnis ini terjadi ketika keluarga yang bersalah tidak memiliki anak perempuan/saudara perempuan untuk dijadikan pengantin Swara/Vani. Mereka memperjualbelikan anak perempuannya di pasar-pasar layaknya barang jualan.

# Bibi Jan (13 tahun) dijual ayahnya dipasar dan dibeli seharga 53000 rupees untuk dinikahkan, tragisnya Bibi Jan dianggap memiliki penyakit kejiwaan.

Swara dan Vani telah lebih dahulu ada di Pakistan sebelum ajaran agama Islam masuk ke Pakistan, jadi Swara dan Vani bukalah tradisi/ajaran Islam. Sebenarnya hukum di Pakistan telah melarang tradisi Swara dan Vani, namun untuk dibeberapa daerah hukum tersebut masih lemah sehingga Swara dan Vani masih dilakukan.

Manusiawikah ketika kita harus menukar kebahagiaan seseorang dengan kesalahan kita…ketika kita harus mengorbankan seseorang yang tidak selayaknya menderita karena kesalahan kita…ketika….😦 i’am speakless and i dont know how to said…

sumber : majalah ‘Paras’

  1. ngeri mndngarnya

    ok :ngeri banget…

  2. wow, nyawa dibayar pernikahan… gak beda jauh ya sama hutang di tukar anak gadis ;(

    ok :jgn2 memang nama lainnya seperti itu ya

  3. astagfiullah,,,
    speakless, semoga dengan doa kita bisa membantu mereka🙂

    ok :amiiinnnn…

  4. Hari gini budaya begitu kok masih berlaku, ya?

    ok :ternyata masih kang😦

  5. masya Allah..kok tega ya

    ok :entahlah kang…😦

  6. kok masih ada tradisi yang sangat tak manusiawi

    ok :entah sudah menelan berapa korban tradisi ini

  7. weh, tega banget tuh… hiiii

    ok :saya jga binun kang

    • zee
    • Februari 28th, 2010

    Tradisi menukar wanita memang msh jd budaya di bbrp negara. Syukurlah di negara kita wanita msh punya hak utk bersuara & didengarkan.

    ok :yup…syukurlah seperti itu

  8. mengenaskan, untungnya itu sebuah tradisi, bukan tafsir filosofis atas keberadaan wanita di bumi.

    ok :untunglah seperti itu…

  9. Itu adat yang tidak sesuai dgn syariat islam. Banyak pihak yang takut melanggar adat tetapi tidak takut melanggar syari’at, ini sungguh merupakan hal yang keliru. Islam sangat memuliakan wanita sebagaimana dijelaskan disini!

    ok :🙂 trimakasih kang sudah berbagi info

  10. Miris bgt y *errmmm*

    ok :banget banget banget kebangetan mbak…

  11. Perempuan yg dikorbankan lagi😦 sedih. Ayah yg seharusnya sosok yg dilindungi justru sosok monster bagi putrinya

    ok :begitulah mbak yg terjadi…😦

  12. praktek pernikahan yang seperti ini masih banyak terjadi di luar Indonesia, disini masih untung pemerintah mau perhatian terhadap nasib kaum wanita termasuk RUU kawin siri yang intinya sangat menghormati wanita sebagai ibu serta anak2nya sebagai hasil dari pernikahan. tapi kenapa masih banyak orang yang menentangnya😕 mungkin yang menentang aturan tersebut sudah ada benih2 untuk melakukan kawin siri yang bukan perwujudan dari polygami.
    salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ok :salam hangat jga kang…trimakasih tlah berbagi info

  13. wah, sepertinya ini lebih parah dari pada “Escape”-nya Merryl Jessop.

    ok :pastinya gitu kang…

  14. kok bisa setega itu ya… moga ga terjadi di indonesia.

    ok :amiiinnnn…

    • ferysyahid
    • Februari 28th, 2010

    mengerikan, aneh knp masih ada aja perilaku seperti itu.. payah..😉

    ok :entahlah…pdhal sudah tidak ada kandungan nilai postifnya di tradisi itu

  15. mengenaskan.. perilaku seperti tiu harus dimusnahkan.. aneh..

    ok :speakless…

  16. wah kejam… tapi dimana-mana pasti ada kasus KDRT dan perdagangan wanita seperti itu…

    ok :dimana2 masih ada aja ketidakadilan

  17. Wah di Indonesia jg sdh ada tuh kasus serupa itu…Tragiss !!

    ok :o ya…makasih udh berbagi info

  18. mengerikan😥

    ok :banget pak…

  19. inilah yang menjadi renungan kita semua. Di saat era emansipasi wanita telah lahir jauh sebelum kita dilahirkan di dunia, jangan sampai wanita menebus kesalahan-kesalahan proa buta hukum (baik hukum negara maupaun agama). Hati teriris membaca cerita diatas😦

    ok :smoga lebih banyak org yg menyadari ‘kesalahan’ ini

  20. Membaca judulnya itu…merinding saya, mbak…
    Nilai seorang perempuan sampai seperti itu, ya…
    Tapi entah kenapa saya yakin…ketika nilai2 Islam telah terserap dengan baik..hal2 seperti ini tidak seharusnya terjadi…

    Kebiasaan yang hanya memberikan kerugian sudah sepantasnya tidak dilestarikan….

    ok :betul mbak

  21. Semoga mereka segera mengambil islam sbg solusi, sehingga kaum wanita benar-benar dijunjung tinggi nilainya

    ok :aminnnn….

    • BULENTIN
    • Maret 1st, 2010

    Waw mengerikan?

    ok :banget…uuhhh mengesalkan mengetahuinya

    • treante
    • Maret 2nd, 2010

    ih, wauw!!!

    untung di Indonesia gag ada ya….

    ok :mudh2an ga da…

  22. yah ini lah hidup dan warisan budaya di tiap tempat yang berbeda.
    saya setuju atas nilai luhur awal pernikahan ini, karena akan mempersatukan 2 keluarga dalam ikatan suci.tetapi untuk praktik yang sekarang jauh dari nilai2 itu, bahkan justru hanya membawa keburukan apalagi bagi wanita yang seharusnya dilindungi kaum pria.

    ok :sygnya perjalanannya ga sebaik perencanaan pernikahan itu

  23. kalau sudah nama-nya adat, warisan nenek moyang, budaya bangsa, atau apa saja istilahnya, tidak ada lagi tolak ukur pantas atau tidak, layak atau tidak. Benar2 mengesalkan

    ok :mengesalkan sangat…

  24. memilukan sekali, kok masih ada ya adat seperti itu

    ok :ternyata masih bun…

  25. jd mrinding…..
    baca aja, coba yg menjalani gimana rasanya ya…????

    ok :lebih dari siksaan lahir batin kang

  26. astaghfirullahaladziim…Oyen baru tahu ada fakta seperti ini

    memang hanya aturan Allah yang bisa memanusiakan manusia, bukan aturan manusia apakah itu adat, tradisi, budaya yang kadang masih saja dipertahankan. Itulah mengapa Allah mewajibkan negara Islam (khilafah) untuk dakwah dan jihad baik itu defensif maupun ofensif, salah satunya adalah membebaskan negeri lain yang masih terkungkung oleh aturan-aturan yang menyengsarakan manusia.

    Dulu pun sejarah para wali adalah utusan Kekhilafahan untuk membebaskan budaya nenek moyang kepada ajaran Islam, dan perjuangan mereka belum berhenti, maka kita yang harus melanjutkannya.

    ok :betul sekali mbak oyen…hanya peraturan Allah yg memuliakan manusia&perjuangan islam blm berakhir

  27. selamat malam ..beh ayak-ayak wae hie teh .

    hari gini masih gituan telat kali …

    ok :hu uh…aya aya wae pak

  28. Sungguh biadab. semua persoalan selalu bermuara pada ekonomi. di Indonesia jangan dikira hal ini tidak terjadi….

    ok :mengenaskan…😦

  29. Kunjungan di pagi hari sobat, menikmati sinar matahari dan segarnya cuaca mewarnai keindahan kehidupan. Senyum, sapa dan semangat untuk hal-hal positif, chayoo ^_^…V salam

    ok :chayooo…kang!!

  30. Tragis emang ceritanya….

    ok :banget..


  31. wew..
    sangat menyedihkan..
    cerita2 seperti itu selalu ada, tapi jarang terpublikasi..
    terimakasih telah sharing..
    ..

    ok :sama2…trimakasih udh berbagi pendapat😀

  32. biuh2. . .msh ada jaman skrng kyk gt?Ya Allah., ..

    ok :masih kang…astaqfirullah😦

  33. asli.. ngeri abis.. hukum negaranya mana??? pemerintah harus turun tangan tuh.,..

    ok :itu di Pakistan, hukum negaranya udh melarang tapi masih lemah jadi masih ada tradisi sperti itu

  34. Tragis terlalu. Kasian gara2 tradisi, yang innocent jd korban

    ok :iya…tragis bgt…😦

  35. Lain padang lain belalang,
    Lain lubuk lain ikannya…

    ok :yups…

  36. mmmm…. jadi sedih

    ok:iya mbak, menyedihkan masih ada ketidakadilan seperti itu

  37. U da pada g bener itupemerintah,,,,uda jelas2 itu salah mala di biarkan saja….maunya apa sih mereka kenapa kaum wanita selalu di jadikan korban dan di jadikan target….uda g manusiawi lagi…..hati nurani mereka sudah tidak menusiawi lagi….mereka sudah kesurupan setan ….satu kali berbuat mala mau berbuat lagi……jadi gerem ama kaum pria……yg seenaknyanya menggumabr nafsu bejatnya….jahanam mereka…dar termasuk jirganya juga tuhhh brengsek….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: