If I Died How Many People Will Cry For Me

Pernah nonton filem yang awal filemnya menceritakan ketika kita meninggal ada berapa orangkah yang akan menanggisi kepergian kita?saya pernah dan hingga kini adegan itu masih berulang dikepala, sayangnya saya lupa judul filemnya mungkin karena saya tidak menontonnya sampai habis.

“If i die, how many people will cry for me?”

Saya jadi mengira-ngira seberapa banyak orang yang menanggisi/berdoa/datang ke pemakaman saya nantinya, mungkin itu bisa jadi penanda seberapa banyak orang yang peduli dengan saya/seberapa pedulinya saya dengan orang lain hingga orang lain merasa memiliki saya dan kehilangan atas diri saya.
Mungkin kematian juga bisa menjadi cermin atas tindakkan saya semasa hidup, bila saya menuai banyak kebaikan mungkin akan ada banyak yang mengiringi kepergian saya dengan doa dan maaf, mungkin bila saya banyak menuai rasa sakit hati bagi orang lain, akan ada banyak syukur bagi mereka atas kepergian saya. Dan terkadang saya merasa, saat saya merasa siap, kematian itu terasa sangat jauh tetapi ketika saya merasa tidak siap entah kenapa kematian itu terasa sangat dekat dan menakutkan. Ups…tapi bukan berarti saya berfikir untuk mencoba meninggalkan dunia hehehehe…soalnya tiket untuk sampai sana hanya untuk tiket pergi dan tak kembali.

Serius, pernah gak kepikiran itu?kok saya kepikiran ya?

  1. Saya udah pernah dapet ‘ceramah’ mengenai ini dulu waktu seminar motivasi pas SMA… dan ya, saya langsung sadar, bahwa jadi orang jangan merugikan masyarakat sekitar. Kalo kita membuat kesal orang2, bisa2 kita didoakan yang nggak2. Nanti gak ada yang mengantar kita ke liang lahat. Sendiri. Kasihan…😥

  2. Ahh…
    Jadi terpikir juga. Memang kita harus baik2 dalam hidup ini biar banyak yang mendoakan kita saat nanti harus berpulang ya.

  3. Mengingat mati itu baik, untuk lebih mendekatkan kepada Yang kuasa.Hidup itu pilihan, mau jadi orang yg baik atau yg jahat, yang pasti ada konsekuensinya, ya salah satunya seberapa banyak orang yg akan menangisi apalagi kita pergi

    • ¤ HILAL ALIFI
    • Mei 9th, 2011

    “If i die, how many people will cry for you?”

    berapa yah kira2? semoga tidak mengecewakan lah, pokoknya… :p

  4. saya cuek aja deh, kalau terlalu berharap nanti gak sesuai ekspektasi (emang masih bisa ngitung kalau udah mati)….

  5. Iya seh, bisa ditepak dan diulang=ulang ceritanya, beginilah film di indonesia.
    salam kenal

  6. We hope there will be thousands or millions people crying for our death…

  7. oooooooooooooooo….. ta pkr mo bnr2 meninggalkan dunia n temen2 blogger hehehehehehehehehehe……….

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  8. yang penting mah, seberapa besar kontribusi kita untuk masyarakat, ga usah berpikir brapa orang yang bakal menangisi kita..
    hidup ini adalah masa karya, kita bukanlah atribut yang menempel pada diri kita, melainkan kita adalah karya dan amal nyata yang kita berikan untuk kehidupan..
    semangat !

  9. jadi sediih..akankah teman2 blogger mau menemani?😀

  10. Waduw..saya bacanya kok jadi ngeri sendiri ya?😀
    jadi tersentuh nih.
    Tapi emang ada benernya juga sih.
    Ya..mudah2an aja saya bisa melakukan yang terbaik semasa hidup, amin🙂

  11. Pernah. Saya pernah kepikiran begitu.
    Makanya, selama kita masih hidup, berbuat baik lah😀

  12. if i die i want nobody know if i die. i want nobody cry so they don’t cry and sad for me. enouugh go away lonely.

  13. wah cerita tentang kematian..
    semoga tidak ada yang menangisi kepergianku kelak, dalam artian semuanya ikhlas melepas, sedih pasti ada, tapi jangan sampai menangis..

  14. saya tidak berfikir bagaimana saya mati, tapi bagaimana saya menjalani hidup :d

  15. gak penting yang berapa menangis ,yang penting uda berapa pahala yang kamu perbuat😀 toh nangis ga akan nambah pahala kan

  16. jangan dong, ntar banyak yg sedih .. hehehe

  17. ….merenung setelah membaca tulisan ini….

    makasih banyak ya…. saya memetik pelajaran setelah membacanya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: