Archive for the ‘ kataOK ’ Category

Indonesia Bangetlah ^^

Kebiasaan puasa itu makan bareng keluarga, makan bareng rekan, makan bareng teman…. Minggu lalu, ok dan kawan-kawan berencana buka puasa bersama, kita sepakat untuk makan enak lain dari biasanya, lokasipun ditentukan di pizza, kueren bangetkan…hehehehe *dasar norak* Dengan perjuangan keras mencari tempat dan didukung bentuk pizza yang begitu menggoda *kalau bukan karena di depan umum udah netes ilernya nih hihihihi…* kamipun bersedia menunggu berjam-jam untuk mendapatkan tempat

Note :harusnya pesen tempat dulu, biar gak nunggu/cari-cari tempat kosong

Begitu sampai ditempat pizza, dan memesan menu tiba-tiba, perut Indonesia kami berkoar “NASI!!!!! SAMBEL!!! PETE!!! JENGKOL!!! KOBOKKAN!!! (cuci tangan di mangkuk)”, begitu kira-kira bunyinya :mrgreen: Ya elah gak keren banget nih perut dikasih makan enak plus mahal ala bule malah minta nasi sama sambel terasi haghaghag…. Tapi udah terlanjur memesan mubajir kalau nggak dimakan jadi…“Hap!” 1 pizza masuk kemulut, hening….
Baca lebih lanjut

Sejuta Kali Lagi…

Aku hanya selintas lewat, berpapasan, saling menyapa dan melempar senyum, tatapanpun ku jaga, tapi terkadang aku mencuri pandang penasaran dengan rautnya yang bersahaja…wajahku panas kala iapun melihat…dan buru-buru kubuang wajahku, kupercepat langkahku untuk bersegera menghilang dari pandangannya dan pandanganku…dosakah aku Ya Allah…

Perasaanku abstrak…aku binggung…tak dapat menjabarkan perasaan, begitu complicated buatku…aku tak berani mengambil kesimpulan dari yang kurasa, tapi…ia begitu mudah menjelaskannya.., begitu simple dan terdengar tulus… Begitu yakin diucapkan seakan kita telah telah lama berkenalan dan ia telah lama menyimpan rasa…

Ada sejuta sayang di matanya, sejuta keikhlasan, sejuta keberanian, sejuta asa, sejuta kesiapan, sejuta kehangatan, sejuta ketulusan…

Begitu indah mata yang berbinar karenanya, begitu kurang ajarnya aku yang terus memandangnya lekat seakan tak mau kehilangan binarnya….Ya Allah….ku berdosa…tapi Ya Allah…biarkan aku dapat melihatnya sejuta kali lagi

Diam ga Pernah Salah

Postingan ini sudah beberapa kali ok mau ungkapkan tapi sulit sekali untuk mengungkapkannya dalam kata-kata, semoga maksud artikel ini bisa dimengerti :mrgreen:

Sering kali ok mengalami masalah dalam memberikan pendapat/masukan/memberikan argumentasi terutama bila sudah berhadapan dengan orang yang notabennya sudah berumur/memiliki jabatan. Semakin bertambah umur/semakin tingginya jabatan, biasanya memang semakin sulit dihadapi, karena beliau-beliau memiliki kebenarannya sendiri. Kebenaran itu terkadang datang dari pengalaman beliau semasa hidup, dan terkadang datang dari keyakinan beliau dalam mempercayainya dan kebenaran ini biasanya diturunkan kepada keluarga, teman dan rekan, memang tidak ada yang salah bila kita memiliki pendapat yang sama tapi sulitnya bila kita memiliki pendapat yang berbeda. Maksud hati hanya ingin memberikan masukan, atau mengutarakan pemikiran tetapi yang terjadi adalah dianggap ngelunjak (membangkang)/berani…

Bila kondisi tidak memungkinkan untuk mengutarakan pendapat maka, diamlah…sambut ucapan-ucapan beliau dengan senyum. Generasi kita memang diajarkan untuk kritis terhadap segala sesuatu yang dianggap tidak tepat, tetapi ada kalanya kita harus bisa mengerem pendapat-pendapat kita Baca lebih lanjut

Pria yang Menembus Bilik Jiwa

Kamis, 01 Juli 2010

Pagi terang, ruangan cukup dingin dengan hawa luar yang panasnya tidak bersahabat.
Seorang pemuda dengan penampilan yang agak mencolok; baju koko dengan warna krem pudar, ransel tua dibahunya dan peci kupluk putih yang juga tidak terlihat baru kontras dengan kulitnya yang putih dan matanya yang sipit

Pemuda : “maaf..saya seorang mualaf…saat ini saya sedang saum, berpuasa…..”

Wajahnya grogi tampak tak biasa dgn yang ia lakukan

Pemuda : “mungkin mau membeli…..”

Mengeluarka beberapa bungkus kacang goreng dari ranselnya yang terlihat berumur cukup tua

Pemuda : “……buat kami berbuka…..” Baca lebih lanjut

Kangen…

Kemarin saya resmi terikat dengan tempat kerja saya sekarang, jadi pegawai tetap rasanya mengingatkan saya pada kenangan dulu dimana saya masih suka hunting kerjaan dari koran dan web, masih suka pindah-pindah kerja tiba-tiba saya jadi terikat kerja dan tidak bisa pindah-pindah lagi.

Saya jadi kepikiran, bagaimana seandainya saya tidak betah berkerja sedangkan saya sudah deal untuk berkerja tetap disini? karena memang harus diakui diantara kebahagiaan menjadi pegawai tetap saya memiliki ketidakcocokan dengan pola berkerja/tata administrasi disini. Perasaan itu kini malah membebani saya 😦 karena memang bisa dibilang walaupun dulu saya kerja di pabrik yang tempatnya jauh, gajinya kecil, tidak ada internet dan kalau hujan jalanannya suka banjir campur kotoran ayam gitu xixixixixi… tapi saya menikmatinya karena bisa sold out semua kreatifitas saya, bisa berkerja sesuai dengan keahlian saya. Ah, saya inget dulu saya Baca lebih lanjut

Namaku Burhan


Orang emang paling hobi kasih julukan kemana-mana biar dikata udah punya nama tetep dikasih nama baru, biasanya kelakuan yang kaya gini dikasih oleh sahabat, keluarga dan teman.

Ok sendiri hampir lupa udah berapa banyak nama yang mereka kasih ke ok. Coba diinget-inget…mmmm…‘Gepeng’ alias kurus kering karena badan ok yang kurus, ‘Pengsong’ masih gak jauh-jauh dari gepeng hihihihihi…, ‘Sutur’ alias sipit karena mata ok yang imut wakakakakak…, ‘Bisul’ alias…ya bisul karena dulu ok hobi bisulan kebanyakan makan coklat, telor, es cream…hmmm nyumy…., ‘Jenong’ karena jidatnya maju xixixixi…, ‘Similikiti rasa stroberi dicampur trasi baunya bukan basa basi…prikitiw’ hahahahaha…konyol tapi mereka suka manjang-manjangin namaku yang kebetulan berakhiran huruf ‘i’ dengan dagelan macem tadi, ‘Michiko’ itu lho tokoh kartun kakaknya ‘chibi maruko-chan’, entahlah kenapa dibilang michiko mungkin karena matanya sipit hehehehehe…, ‘Abdul’ panggilan seperti dul…bro…lay, ‘Ayam’ tapi bukan ayam kampus lho ini gara-gara obrolan iseng hehehehe…, Baca lebih lanjut

Katanya Aku Cantik (cieee…)

Sebenernya udah lama aku dibilang beautiful sama seseorang ini (sapa tuh…jadi malu…), cuma baru sekarang aku bisa kasih jawaban Baca lebih lanjut